Kamu bingung cara mengatur keuangan rumah tangga yang benar?
Memang terkadang manusia tidak bisa lepas dari yang namanya kebutuhan sehari-hari apalagi yang membutuhkan dana yang cukup besar. Jika sudah menikah dan punya anak mungkin kebutuhan rumah tangga akan semakin banyak bukan ?
Nah dana ini yang terkadang bikin pusing kepala tujuh keliling, agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi, kamu harus pintar dalam mengatur keuangan. Tidak mudah memang untuk mengatur kuangan rumah tangga ini, butuh kemampuan lebih agar penghasilan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu dan keluarga selama sebulan, apalagi untuk seorang kepala rumah tangga. Tanpa cara ini, mungkin gaji bulanan hanya numpang lewat saja, Nah kejadian ini kerap kali terjadi pada pasangan yang baru menikah, bahkan nih mungkin termasuk kamu. masih terbawa suasana sewaktu membujang.
Terkadang istri ingin membeli perabotan rumah yang baru, sedangkan suami ingin membeli motor baru, sementara masih ada kebutuhan-kebutuhan lain yang juga tidak kalah penting. misalnya membayar biaya anak sekolah, atau membeli susu bayi. Dan pada akhirnya pengeluaran kamu menjadi tidak terkontrol dan terpaksa untuk berhutang.
Inilah Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang bisa kamu coba agar penghasilan dan juga pengeluaran bisa seimbang, bahkan bisa ditabung atau diinvestasikan untuk jangka panjang, berikut caranya :
1. Hitung semua pendapatan
Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menghitung seluruh pendapatan kamu, agar bisa mengatur keuangan rumah tangga yang benar kamu perlu mengetahui jumlahnya, baik dari gaji tiap bulan, upah lembur, tambahan penghasilan hingga imbalan atau fee dari hasil investasi kamu. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa banyak dana yang dapat dikelola atau dialokasikan untuk tiap-tiap kebutuhan, yaitu kebutuhan yang Primer, sekunder dan juga tersier.
Baca Juga : [RAHASIA] Cara Mengatur Keuangan Yang Bisa Kamu Coba!
2. Susunlah rencana anggaran pengeluaran utama dalam sebulan
Nah setelah kamu menghitung semua pendapatan, sekarang saatnya menulis rencana anggaran rumah tangga dari mulai yang paling penting atau yang prioritas. Mulai dari anggaran untuk makan dan minum, biaya transportasi, listrik dan air serta sewa. Hitung juga cicilan untuk hutang atau kartu kredit serta biaya bulanan rutin lainnya.
3. Sisihkan untuk Tabungan dan investasi
Cobalah untuk mengalokasikan setidaknya 25-30% dari penghasilan kamu untuk tabungan dan investasi, angka ini tidak jadi patokan yang penting kamu menyisihkan uang kamu agar aman. Misal kamu 10% untuk kamu tabung, dan 20% untuk investasi, keduanya memiliki manfaat masing-masing. Dana tabungan bisa kamu gunakan untuk membeli hal penting seperti rumah, dana tak terduga atau lainnya. Sementara investasi bermanfaat untuk memutar uang agar tidak habis begitu saja, namun kamu harus mengerti cara investasi yang benar, atau jika kamu tidak ingin mengambil resiko, kamu bisa mencoba membeli emas murni.
4. Siapkan Dana Tak Terduga
Kebutuhan berikut ini juga tidak kalah penting. Cobalah untuk mengalokasikan dana untuk keadaan darurat. Dana cadangan ini digunakan untuk keperluan mendesak yang sifatnya bebas, artinya kamu bisa menyisahkan berapapun untuk dana ini. Dalam hal ini kamu perlu membuat komitmen bahwa dana ini tidak boleh diganggu jika tidak terlalu perlu atau mendesak. Kecuali kamu inggin menggunakan dana ini untuk hal investasi, namun tetap coba rundingkan dulu dengan pasangan.
5. Pahami perbedaan kebutuhan dan keinginan
Nah! jika kamu sudah membagi uang untuk masing-masing anggaran penting diatas, dan ternyata kamu masih ada sisa uang, barulah uang ini bisa kamu pakai untuk kebutuhan sekunder dan juga tersier, seperti misalnya blanja baju, sepatu, kosmetik, jalan-jalan atau lainnya. Tapi ingat harus melihat kebutuhan jika memang butuh belilah tapi jika memang tidak terlalu butuh lebih baik simpan dulu dana kamu jangan sampai lapar mata, atau khilaf karena melihat diskon besar.
6. Usahakan tidak berhutang
Agar kamu bisa mengatur keuangan rumah tangga tetap setabil, dan tidak uring-uringan kamu wajib menjaga rasio hutang kalo bisa sih kamu tidak berhutang sama sekali, karena jika itu terjadi maka pendapatan kamu sebulannya bisa jadi habis hanya untuk mencicil hutang, atau kamu terpaksa harus memangkas anggaran yang sudah kamu alokasikan diatas, oleh karenanya bukan cuma menjalankan hidup yang sehat, tapi kamu juga harus menjaga kestabilan keuangan yang sehat agar tetap optimal.
Gaji kamu 1 s.d 5 juta ? Gak ada lagi istilah Bokek diakhir bulan!
Tips Tambahan :
- Buat Daftar Bulanan Yang Hemat
Tips ini bisa kamu coba untuk bisa menekan biaya bulanan kamu, karena pengeluaran terbanyak dalam suatu rumah tangga adalah untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan rumah tanggan.
Sebelum berblanja, pastikan kamu sudah memiliki daftar blanjannya terlebih dahulu, apa saja yang harus dibeli sehingga menghidari kamu dari lapar mata, dan kamu juga bisa mengecek potongan harga yang diberikan swalayan atau supermarket tempat kamu berblanja agar lebih hemat. - Kurangi kebiasan jajan
Nah jajan juga termasuk pengeluaran rumah tangga yang juga tidak terelakan bukan? Terutama jika keluarga kamu suka ngemil atau wisata makanan. Tidak heran jika pengeluaran kamu untuk hal ini berpengaruh juga pada kondisi keuangan rumah tangga, Nah! tidak ada salahnya jika kamu dan keluarga mulai untuk mengurangi kebiasaan jajan diluar rumah ini, kamu bisa mulai untuk membuat nya dirumah bersama pasangan.







Post a Comment
Post a Comment